Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Client-Side Scripting dan Server-Side Scripting (Pengertian, Karakteristik, Cara Kerja, Kelebihan, Kelemahan, dan Contoh)

Dalam dunia programming khususnya web, ada 2 proses scripting atau jalur pengkodean yang dapat dilakukan. Istilah ini disebut Client-Side Scripting (Proses dilakukan disisi pengguna) dan Server-Side Scripting (Proses dilakukan disisi server). 

Di artikel kali ini, penulis akan membagikan sedikit pembahasan mengenai apa itu Client-Side Scripting dan Server-Side Scripting beserta karakteristik, cara kerja, kelebihan, kelemahan dan contoh bahasa yang digunakan. Oke! langsung saja simak pembahasan dibawah ini :

1. Pengertian

   A. Client-Side Scipting merupakan teknologi webpage yang menerapkan jenis pemrograman web dimana semua sintaks dan perintah program dijalankan dan diproses di web browser sehingga ketika client meminta dokumen yang mengandung script, script tersebut akan diambil dari web server kemudian dijalankan di pengguna web browser.

   B. Server-Side Scripting merupakan teknologi webpage yang menerapkan jenis pemrograman web dimana semua sintaks dan perintah program dijalankan dan diproses di webserver, kemudian hasilnya dikirimkan ke browser pengguna dalam bentuk HTML biasa. Sehingga pengguna tidak dapat melihat kode asli yang ditulis dalam bentuk server-side scripting.

2. Karakteristik

    A. Client-Side Scripting:

    • Kode script dapat didownload bersamaan dengan web page.
    • Bersifat interpreter dan diterjemahkan lewat browser.
    • Model eksekusinya simple dan script dapat dijadikan satu dengan HTML.

    B. Server-Side Scripting:

    • Client meminta script ke server.
    • Proses eksekusi script dilakukan di web server.
    • Hasil scripting akan dikirimkan ke browser client.

3. Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan

    A. Client-Side Scripting:
       Pengunjung web mengklik salah satu link dari sebuah website dan browser yang digunakan akan membaca perintah dari pengunjung tersebut untuk memanggil alamat web yang dituju. Selanjutnya browser akan mengalihkan ke halaman yang dituju oleh pengunjung web tadi.


         Kelebihan Client-Side Scripting:
    • Alat yang digunakan untuk menjalankan script hanya web browser.
    • Eksekusi script lebih cepat. 
    • Tidak membebani kinerja web server.
         Kekurangan Client-Side Scripting:
    • Harus memiliki browser untuk menjalankan script.
    • Script bisa di copas oleh orang lain.
    • Keamanan script yang dijalankan tidak aman.
    • Rentan terhadap serangan hacker bahkan cracker.

    B. Server-Side Scripting:
       Jika kita melakukan interaksi dengan halaman web maka browser akan mengirimkan perintah ke server, Kemudian server akan merespon dan melakukan perintah yang diberikan, kemudian server akan mengirimkan kembali data / perintah dari  browser, dan browser akan menampilkan data / perintah tersebut ke client.


         Kelebihan Server-Side Scripting:
    • Data lebih aman.
    • Susah untuk ditiru karena script di jalankan di server.
    • Lapisan keamanan berlapis-lapis.
         Kekurangan Server-Side Scripting:
    • Memerlukan Server untuk menjalankannya.
    • Menambah beban kerja server.
    • Agak lambat jika dibandingkan dengan Client-Side Scripting karena script diterjemahkan di Server kemudian ditampilkan ke browser client.

4. Contoh-Contohnya

    A. Client-Side Scripting:
    • JavaScript
    • Asynchronous JavaScript and XML (Ajax)
    • jQuery
    • Adobe Flash Player atau Flash
    • Microsoft Silverlight
    • HTML5 dan CSS3

    B. Server-Side Scripting:
    • Active Server Pages (ASP)
    • C++ Server Pages (CSP)
    • JSP (Java Server Page)
    • PHP


Oke! sampai disini dulu pembahasan singkat pada pertemuan kali ini, Semoga bermanfaat untuk anda yang membaca dan jangan lupa kunjungi artikel lainnya di it-ilmu.com. Sekian dan Terima Kasih :)

2 komentar untuk "Client-Side Scripting dan Server-Side Scripting (Pengertian, Karakteristik, Cara Kerja, Kelebihan, Kelemahan, dan Contoh)"